resume eksperimen asam dan basa

Hei Guys, sudahkah kalian membuat resume dan soal-jawab tentang asam dan basa? hehehe, di blog pun masih sempet ngingetin tugas harian. Oke, disini aku akan membantu kalian untuk merangkum pelajaran asam-basa dari eksperimen sederhana di kelas 2 minggu lalu yaa.. Saat di kelas, kita udah melakukan eksperimen asam-basa yang bertujuan untuk :

  • mengetahui sifat asam dan basa serta garam suatu benda dan bahan makanan
  • mengetahui manfaat asam dan basa serta garam dalam kehidupan sehari-hari

Teorinya aku buat di postingan yang terpisah yaa..

Nah, eksperimen kita ini akan membuktikan beberapa sifat dari teori asam basa, dan juga mencari tau apa sifat asam basa dari tumbuhan yang kita gunakan serta tumbuhan apa saja yang bisa kita jadikan indikator asam basa alami.

Langsung saja yuk!

Alat dan Bahan yang digunakan adalah :

  • Tabung reaksi
  • Cawan
  • Mortar
  • Rak tabung
  • Pipet tetes
  • Gelas beaker
  • Gunting
  • Kertas lakmus universal
  • pH indikator universal
  • Jus kol ungu
  • Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  • kembang kuning (Alamanda cathartica)
  • daun sikat botol (Calistemon speciosus)
  • daun ungu / handeuleum (Graphtophylum pictum)
  • lempeng logam Aluminium
  • butiran Fosfat
  • HCl pekat
  • NaOH 1 M
  • Alkohol 70%

Tambahan Courage :

  • Chitato
  • Donat pow
  • toya toya
  • pocari sweat

Tambahan Tough :

  • air jeruk
  • air apel
  • air cherry
  • obat maag
  
tabung reaksi
cawan
rak tabung
mortar
pipet tetes
glass beaker
lakmus universal
pH indikator universal
gunting
kol ungu
kembang sepatu
bunga alamanda
daun sikat botol
daun ungu
plat aluminium
butiran fosfat
HCl dan NaOH
alkohol

Cara Kerja

persiapan (pembuatan ekstrak tumbuhan)
uji pH tumbuhan dan indikator bahan alam
uji korosifitas asam kuat
uji pH pada makanan

Hasil Pengamatan

hasil pengamatan umum

Pembahasan

Dari eksperimen diatas kita telah membuktikan beberapa sifat asam dan basa yang dibahas dalam teori.

Sifat-sifat asam

ketika kita mencicipi rasa daun clover (Oxalis sp.) yang kalian peroleh dari taman sebelah 9 Noble, daun tersebut memiliki rasa sedikit masam. Hal ini membuktikan bahwa daun clover mengandung senyawa asam, yaitu asam oksalat.

Asam oksalat adalah salahsatu contoh asam lemah sehingga masih aman untuk dimakan. Asam Oksalat juga terdapat pada buah belimbing dan daun Begonia (berani coba?). Tumbuhan ini biasa digunakan oleh pendaki sebagai makanan survival jika kehabisan bahan makanan atau minuman.

Selain mencoba rasa asam lemah, kalian juga telah melakukan percobaan korosifitas asam kuat (HCl) terhadap lempeng logam aluminium dan butir nonlogam fosfat. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa lempeng logam aluminium berekasi sangat cepat dengan asam kuat HCl.

Kalian melihat adanya gelembung-gelembung gas pada larutan HCl dan lama-kelamaan aluminium tersebut meletup-letup sambil mengeluarkan asap! Dinding tabung reaksi pun menjadi panas. Sampai akhirnya kalian tidak dapat melihat keberadaan lempeng logam aluminium tersebut karena larut/habis.

Tapi saat kalian memasukkan nonlogam fosfat kedalam larutan HCl, reaksi terjadi sangat lambat dan muncul sedikit gelembung-gelembung gas.

Hal ini memberikan kita bukti bahwa asam kuat memang sangat reaktif dan korosif terhadap logam.

kita juga mencoba mengukur nilai pH beberapa bahan makanan yang kita tau memiliki rasa asam, misalnya jeruk, apel, dan cherry. ternyata setelah kita mengukurnya menggunakan indikator pH universal, pH bahan makanan tersebut adalah 5. Teori kita terbukti benar kembali! pH asam memang kurang dari 7 kan?!

apa yang terjadi pada kertas lakmus ketika kita mencelupkan kertas lakmus ke dalam larutan HCl pekat? wow! kertas lakmus kita yang semula berwarna oranye berubah menjadi MERAH!

Nah, kita sudah membuktikan 4 sifat asam, yaitu:

  1. asam lemah memiliki rasa masam
  2. asam kuat korosif terhadap logam
  3. pH asam kurang dari 7 (pH < 7)
  4. asam dapat membuat kertas lakmus menjadi berwarna merah

Sekarang kita akan membahas hasil pengamatan kita terhadap basa.

Sifat-sifat basa

siapa diantara kalian yang mencoba menyentuh larutan basa yang kemarin kita gunakan? bagaimana rasanya? LICIN bukan? Ya! basa lemah memiliki tekstur licin seperti sabun. Sekaligus kita membuktikan sifat basa yang katanya dapat melarutkan lemak. Yuk 2 pekan ke depan kita akan mencoba membuat sabun sebagai aplikasi materi ini.. be prepare ;)

Di Courage dan Eager kita ga punya bahan yang basa ya.. di Tough kita pake obat maag buat nguji pH basa. Tebak hayo berapa? Yeeee.. udah ada di tabel diatas.. pH obat maag adalah 8. terbukti kan pH basa memang lebih dari 7 :p

Mengapa obat maag bersifat basa? karena ketika kita sakit maag, perut kita memproduksi terlalu banyak asam lambung (HCl) sehingga perlu diturunkan kadar asamnya menggunakan basa yang bersifat menetralkan asam. Jika perut kita terlalu asam, bisa-bisa dinding lambung kita terkikis bahkan berlubang (pernah ada teman yang sakit maag kronik dan ternyata lambungnya udah bolong, hiiiyyyy.. ayo makan tepat waktu!)

Nah, ketika obat maag ini diuji dengan kertas lakmus, kertas lakmus menjadi berwarna hijau kebiruan (basa lemah). Semakin kuat sifat basanya, maka warna lakmus akan menjadi BIRU.

Nah, itu adalah pembahasan tentang sifat-sifat basa yang telah kita buktikan, yaitu :

  1. basa lemah terasa licin jika disentuh
  2. basa dapat mengubah kertas lakmus menjadi biru
  3. pH basa lebih dari 7 (pH > 7)

Nah, kalian penasaran ga tumbuhan yang umum kita dijumpai disekolah ini bersifat asam atau basa? Bagaimana kalian bisa mengukur keasaman atau kebasaan suatu zat kalo kalian ga punya kertas lakmus? Nah ternyata tumbuhan di sekitar kita bisa menjadi pengganti lakmus loh!

Sini aku ceritain..

Kita memanfaatkan sifat asam basa yang bisa berubah warna lakmus. Ingat! Asam akan mengubah warna lakmus menjadi biru, sedangkan basa mengubah warna lakmus menjadi merah. Prinsip ini dapat kita manfaatkan dengan mengamati perubahan warna dari beberapa larutan ekstrak tumbuhan yang kita buat. Yuk kita lihat satu-satu!

Kol Ungu, ekstrak kol ungu bersifat NETRAL. Sebelum ditambah asam maupun basa berwarna ungu pekat. Ketika ditambah asam, ternyata berubah warna menjadi merah, dan ketika ditambah basa menjadi coklat.

Ternyata jika berbeda sifat keasaman, warna ekstrak akan berubah. Netral ditambah asam –> berubah warna. Netral ditambah basa –> juga berubah warna.

begitu pula yang terjadi pada ekstrak bunga sepatu.

bunga Alamanda, daun sikat botol, dan daun ungu sama-sama bersifat ASAM dengan nilai pH hampir sama. Setelah ditambah asam, warna ekstrak masing-masing yang semula kuning muda, hijau muda, dan merah ternyata TIDAK BERUBAH. Namun, ketika ditambah basa, semua ekstrak berubah warna menjadi coklat atau kecoklatan.

Hal ini membuktikan bahwa jika suatu zat bertemu dengan zat lain yang memiliki pH berlawanan, maka ia akan berubah warna. Seperti kertas lakmus biru (lakmus basa) yang juga akan berubah warna menjadi merah jika dicelupkan dalam larutan asam, namun tidak berubah jika yang dicelupkan pada larutan basa.

Maka, jika kita anggap basa adalah lakmus biru, dan asam adalah lakmus merah, maka bunga Alamanda, daun sikat botol, dan daun ungu dapat menjadi indikator alami untuk sifat basa (karena berubah warna pada basa).

Sedangkan untuk kol ungu dan bunga sepatu yang berubah warna ketika dicampur asam maupun basa, maka bunga sepatu dan kol ungu dapat digunakan sebagai indikator alami yang bersifat universal (berlaku untuk asam maupun basa) seperti lakmus yang kita gunakan kemarin.

Nah, jadi kalo kalian nemu satu cairan misalnya, entah apa.. kalian ga berani cicipin rasanya, ga berani nyentuh juga, tinggal ambil daun ungu dan diulek dikit sampai dapat airnya, tetesin aja air daun ungunya ke cairan itu (atau sebaliknya), kalo terjadi perubahan warna berarti cairannya basa. makin tua warnanya, makin kuat basanya. kalo ga berubah warna berarti asam.

Atau bisa juga pake kol ungu atau bunga sepatu, sama diulek juga, nanti kalo dia berubah warna jadi merah artinya cairan itu asam. makin merah warnanya berarti makin kuat asamnya. Tapi kalo berubah jadi hijau sampe coklat berarti dia basa, makin coklat artinya makin kuat basanya.

Ilustrasinya gini :

perubahan warna larutan ekstrak kol ungu di berbagai pH berbeda

Nah.. sampai sini udah ngerti kan soal asam basa? Kalo ga ngerti tanya aja yaa^^

So, kesimpulan dari kegiatan kelas kita 2 minggu lalu tentang asam basa adalah bahwa asam maupun basa memiliki kekhasan sifat masing-masing yang udah disebut diatas  dan kita uji dalam eksperimen sederhana.

Beberapa manfaat asam juga udah kita tau, hmm.. mau ditambah? boleh.. ini dia :D

Huaaaaaahhhhhhh.. selesaaaaaaaaaaaaaaai! XD Pegel-pegel ini punggung, hayo sapa yang mau volunteer pinjetin bu guru tercinta, ahahaha.. semangat berlajar semua ;)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s