kependudukan dan masalah lingkungan #part2

Dampak Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan

Secara umum, kepadatan penduduk yang tidak terkontrol ditambah dengan kualitas masyarakat yang belum cerdas dapat menimbulkan beberapa permasalahan terutama permasalahan kehidupan berkelanjutan terutama pencemaran lingkungan : pencemaran air, tanah, udara, suara, dan cahaya.

Bentuk pencemaran air yang paling umum adalah tercemarnya badan air oleh limbah pabrik (yang seringkali mengandung logam berat) dan sampah organik maupun anorganik. Pencemaran badan air oleh sampah organik seringkali disebut eutrofikasi yaitu pencemaran badan air yang disebabkan perairan mengandung terlalu banyak nutrisi sehingga terjadi ledakan populasi alga atau tumbuhan yang hidup di permukaan air. Ledakan populasi ini akan menyebabkan terhalangnya sinar matahari masuk kedalam air, sehingga fitoplankton tidak dapat melakukan fotosintesis. fitoplankton dalam perairan adalah produsen, bayangkan apa yang terjadi jika fitoplankton tidak hidup!

Polutan udara yang paling banyak adalah CO2 yang mengakibatkan global warming, SOx dan NOx yang menyebabkan hujan asam, dan partikulat yang mengakibatkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Polutan tanah hampir serupa dengan pencemar air, yaitu pupuk, pestisida, sampah dan limbah logam berat. Beberapa tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bioakumulator (penyerap) logam berat, misalnya kangkung, mangrove, eceng gondok, selada, dll untuk mengurangi pencemaran logam berat pada tanah. upaya ini disebut fitoremediasi.

Beberapa tanaman pangan mampu mengakumulasi logam berat, sedangkan logam berat tersebut tersimpan dalam jaringan tumbuhan sehingga kita harus berhati-hati dalam memilih tanaman untuk dikonsumsi karena dikhawatirkan logam berat tersebut ikut termakan oleh kita. Begitu pula dengan ikan yang dibudidaya dalam waduk yang tercemar logam berat.

Polutan suara adalah suara bising dari kendaraan, pabrik, atau sumber suara yang kekuatannya lebih dari 50 desibel.

Sedangkan polusi yang terakhir (polusi cahaya) jarang diketahui masyarakat. bentuk polusi ini adalah terlalu terangnya langit malam yang disebabkan oleh hamburan lampu rumah penduduk yang berada didekat lokasi peneropongan luar angkasa (Boscha) sehingga menyulitkan peneliti dalam mengamati benda-benda angkasa.

Padatnya penduduk juga berpengaruh pada ketersediaan lahan, pangan, air bersih, dan udara bersih. Pengaruh ini muncul disebabkan masyarakat dunia yang belum menyadari arti penting “pemenuhan kebutuhan yang berkelanjutan”. Jika saja masyarakat dunia telah sadar untuk tidak menebang pohon sembarangan dalam rangka membuat tempat tinggal baru dan memenuhi kebutuhan kertas, maka ketersediaan air dan udara bersih tidak lagi menjadi masalah.

Setidaknya dimulai dari diri sendiri untuk mengurangi penggunaan kertas dengan cara memanfaatkan kertas reuse, mendaur ulang kertas, dan tidak terlalu boros menggunakan tissue jika masih bisa menggunakan saputangan.

sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, agama kita (Islam) telah mengajarkan kita untuk berzakat. Yang harus diingat adalah bahwa dalam setiap piring makanan kita ada hak orang-orang miskin dan yatim piatu yang harus ditunaikan. Ini adalah cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi masalah sosial selain dengan upaya-upaya besar yang dilakukan oleh pemerintah.

Buat ide lebih menarik dan out of the box hal sederhana apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi masalah sosial yang disebabkan oleh permasalahan kependudukan!

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s