kependudukan dan masalah lingkungan #part1

Setiap tahun, penduduk dunia semakin bertambah sementara lahan yang kita tempati tidak bertambah luas, sehingga kepadatan populasi terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada daya dukung lingkungan. Daya Dukung Lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan makhluk hidup. 

Secara teori (terutama teori ekonomi Robert Maltus) daya dukung lingkungan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan timbul persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam.

Populasi manusia terus meningkat yang disebabkan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, pemenuhan dan peningkatan gizi serta penanggulangan berbagai penyakit yang semakin baik.

Saat ini, di Indonesia pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diikuti pertumbuhan ekonomi yang seimbang ditatar ekonomi mikro, sehingga pola persebaran pendidikan dan ilmu pengetahuan hanya dalam tatar ekonomi menengah keatas yang menimbulkan kesenjangan yang semakin lebar.

Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengatasi permasalahan yang timbul agar dapat ditekan serendah mungkin.

Dinamika Penduduk

Jumlah penduduk di suatu daerah dari waktu ke waktu senantiasa berubah. Perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dari waktu ke waktu disebut dengan dinamika penduduk. Dinamika penduduk sering menunjukkan kecenderungan bertambah yang disebut pertumbuhan penduduk.

Dalam objek kependudukan, dikenal istilah demografi. Demografi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang aspek kependudukan. Penduduk  adalah seseorang/sekelompok orang yang tinggal dan menepati suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu.

Dinamika penduduk dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.

Natalitas atau angka kelahiran adalah bilangan yang menunjukan jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk per tahun.

Natalitas dapat dihitung dengan :

Kriteria angka kelahiran:

  • Angka kelahiran tinggi, bila lebih dari 30 orang per 1000 kelahiran
  • Angka kelahiran sedang, bila berkisar 20 – 30
  • Angka kelahiran rendah, bila kurang dari 20

Tinggi-rendahnya kelahiran, tergantung:

  1. Struktur Umur
  2. Banyaknya perkawinan
  3. Penggunaan alat kontrasepsi
  4. Pengguguran
  5. Tingkat Pendidikan
  6. Status pekerjaan wanita (strata ekonomi)

Mortalitas atau angka kematian adalah bilangan yang menunjukan jumlah angka kematian dari tiap 1000 penduduk pertahun.

Mortalitas dapat dihitung dengan :

Kriteria angka kematian:

  • Angka kematian tinggi, bila lebih dari 18 orang per 1000 kelahiran
  • Angka kematian sedang, bila berkisar 14 – 18
  • Angka kematian rendah, bila kurang dari 14

Tinggi-rendahnya kematian, tergantung:

  1. Struktur Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Jenis pekerjaan
  4. Status sosial ekonomi
  5. Keadaan lingkunga

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah atau negara ke daerah atau negara lain.

Perpindahan ada dua, yaitu:

  • Perpindahan keluar (emigrasi)
  • Perpindahan kedalam (imigrasi)

Angka migrasi masuk adalah angka yang menunjukan banyaknya imigran yang masuk per 1000 penduduk daerah tujuan dalam 1 tahun.

Sebab-sebab terjadinya urbanisasi:

  1. Ketersediaan lapangan pekerjaan
  2. Tingginya upah/penghasilan
  3. Daya tarik kota

Jenis migrasi:

  • Transmigrasi (perpindahan dari satu daerah (pulau) untuk menetap ke daerah lain di dalam wilayah Republik Indonesia).
  • Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota besar)
  • Emigrasi (perpindahan penduduk dari dalam negeri kemudian menetap di luar negeri).
  • Imigrasi (kebalikan dari emigrasi)
  • Reemigrasi (Kembali ke tempat asal)

Pada dasarnya, faktor yang membuat penduduk melakukan perpindahan adalah kebutuhan penduduk untuk bertahan hidup, yaitu factor keamanan dan faktor ketersediaan penunjang kehidupan (makanan, sarana prasarana, lapangan pekerjaan).

a.   Penyebab ledakan jumlah penduduk :

  • angka kelahiran tinggi
  • angka kematian rendah
  • ekonomi yang teratur dan meningkat
  • membaiknya kesehatan masyarakat
  • tingkat pendidikan penduduk yang masih rendah

b.   Dampak dari ledakan penduduk :

  1. Sosial Ekonomi : Urbanisasi penduduk tidak merata, kemiskinan dan  kriminalitas meningkat.
  2. Bidang Pendidikan : Tingkat pendidikan menurun dan biaya pendidikan meningkat
  3. Bidang Kesehatan : Akibat kualitas lingkungan menurun, penyakit merajalela, sehingga kualitas kesehatan masyarakat menurun.
  4. Lingkungan Hidup : Kerusakan hutan akibat ladang berpindah, kekurangan air, kekurangan oksigen, keterbatasan lahan,  penebangan pohon secara liar, berkurangnya lahan pertanian karena digunakan untuk perumahan dan industry, banyak limbah industri, rumah tangga, dan asap kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi air, tanah, dan udara.

c.   Usaha Pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk:

  1. Pendidikan (program pendidikan 9 tahun, menghapuskan buta huruf dll)
  2. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk dengan menyelenggarakan progam KB dan menunda usia perkawinan
  3. Mengimbangi laju pertambahan penduduk dengan meningkatkan produksi pangan, melalui  program:
  • intensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan cara bercocok tanam,  hal ini dilakukan dilahan sempit/terbatas)
  • ektensifikasi  (peningkatan produksi pertanian melalui perluasan lahan)
  • diversifikasi (penganekaragaman jenis makanan)
  • mencari sumber makanan baru

Pertumbuhan Penduduk

pertumbuhan penduduk gampangnya bisa dilihat dengan gambar berikut :

atau dapat dirumuskan dengan :

Ilustrasi pertumbuhan penduduk dunia hingga tahun 2000.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s